Laman

Selamat Datang di Rawa Biroe

Di Blog ini saya akan berbagi cerita, informasi, ilmu dan buat kamu yang suka musik bisa download gratis disini.

Senin, 20 Desember 2010

Indonesia, Predator ASEAN


Setelah bertahun-tahun sepak bola Indonesia dipecundangi di ASEAN kini negara yang dulu disebut sebagai "Macan Asia" ini bangkit dari dari tidur panjangnya, berbekal 2 pemain naturalisasi yaitu Cristian Gonzalez dan Irfan Baghdim serta pelatih Alfred Ridle dalam Piala AFF Indonesia berhasil melahap tim-tim yang dulu pernah mempermalukan Indonesia dengan kekalahan, tidak ada satu tim pun yang mampu mengalahkan Indonesia dalam setiap pertandingan.

Ya, Indonesia kini telah bangkit, menjadi Predator yang siap memangsa semua yang ingin melawannya, sepak bola Indonesia telah berevolusi, dalam Piala AFF Indonesia belum pernah 1 kalipun kalah dari semua lawan tandingnya, bahkan Thailand yang dulu selalu mematahkan perjuangan indonesia di lapangan hijau mampu dikalahkan Indonesia dengan skor 2-1.

Semua orang mengelu-elukan Pasukan Garuda sebagai Pahlawan, Pahlawan yang mengembalikan harga diri Indonesia yang telah lama dipandang sebelah mata.

Terakhir "Pasukan Garuda" mengalahkan Filipina dengan skor tipis 1-0 pada minggu malam 19 Desember 2010, mengantarkan Indonesia mejadi Finalis Piala AFF melawan Malaysia.

Sebenarnya Indonesia sudah pernah melawan Malaysia dalam babak penyisihan Group, dan Malaysia bertekuk lutut setelah dibantai Indonesia dengan skor telak 5-1, namun Malaysia berhasil lolos ke putaran Semi Final setelah menjadi Runner Up Group, kemudian Malaysia berhasil mengalahkan Vietnam dan berhasil lolos ke babak final.

Dengan begini Indonesia punya kesempatan untuk memperoleh Gelar Juara yang telah lama kita impikan, seluruh rakyat Indonesia yakin Pasukan Garuda mampu mengalahkan Malaysia, bagaimana tidak yakin kalau di babak penyisihan group saja Indonesia bisa mengalahkan Malaysia dengan mudah.

Kita tunggu saja, yang pasti bagi kita "Orang Indonesia" berharap TimNas Indonesia menjadi Juara....

Maju Indonesia...!!!! Ganyang Malaysia di Lapangan Hijau....!!!!!!

Minggu, 12 Desember 2010

Ikan Makan Buaya

Ini  baru edan, ada ikan makan buaya. Kebayang gx sih... Ini bukan ikan hiu atau ikan piranha yang terkenal ikan paling ganas di muka bumi ini, melainkan jenis ikan yang hidup sungai Kongo Afrika.

Namanya adalah Tigerfish Goliath dan ikan ini sama ganas dan berbahaya dengan ikan Hiu Putih atau ikan Piranha yang hidup di sungai Amazon yang terkenal buas, ukurannya ikan ini tidak sebesar ikan Hiu Putih namun ikan ini mampu memangsa seekor buaya. Lihat saja seperti apa  bentuk ikan ini, menyeramkan.


Jeremy Wade adalah seorang pria berumur 52 tahun yang berhasil menangkap ikan ini dalam lomba memancing yang diadakan di Sungai Kongo Afrika.

Saat ditangkap ikan ini memiliki berat 60 kg dengan panjang 5 kaki dan memiiki 32 gigi yang runcing. Jeremy Wade menggunakan umpan pancing berupa ikan patin untuk menangkap ikan Tigerfish Goliath ini.

Seperti dikutip ruanghati.com dari Daily Mail mengungkapkan bahwa ikan ini umumnya memakan ikan yang ukurannya besar dan setara dengan ukurannya, bahkan tidak jarang penduduk sekitar sungai di Kongo menjumpai ikan ini sedang memangsa buaya dan itu berarti ikan ini sama buasnya dengan ular Anakonda yang juga hobi makan buaya.

Kamis, 09 Desember 2010

Ciplukan Hambat Pertumbuhan Sel Kanker

Buah ciplukan ((Physallisa angulata L) mengandung senyawa Fisalin dan Withanolid yang dapat menyembuhkan kanker. 

"Fisalin dan Withanolid bersifat sitotoksik pada beberapa sel kanker dan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, paru-paru, dan kanker darah," kata mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Amelilinda Monikawati di Yogyakarta, Selasa.

Amelilinda bersama Inna Amandari dan Sofa Farida berhasil menguji potensi kemopreventif ekstrak etanolik herba ciplukan pada sel kanker payudara.

Berkat penelitian uji potensi antikanker pada ciplukan ketiga mahasiswa Fakultas Farmasi UGM tersebut memenangi Kompetisi Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) bidang Ilmu Pengetahuan Alam 2010.

"Secara in vitro, penelitian tersebut berhasil menekan pertumbuhan sel kanker hingga 20 persen. Dari penelitian-penelitian yang dilakukan menguatkan hipotesis ciplukan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif," katanya.

Tidak hanya secara in vitro, kata dia untuk mendukung penelitian potensi ciplukan sebagai agen kemopreventif pada kanker payudara dilakukan pula secara uji in vivo.

"Uji secara in vivo bertujuan untuk mengobservasi pengaruh ekstrak etanolik herba pada hewan uji tikus betina galur Sprague Dawley," katanya.

Selasa, 30 November 2010

Matahari Udah Ada Yang Punya

Sepertinya dunia ini sudah semakin gila, setelah kemarin seorang pria Amerika mendaftarkan dirinya sebagai pemilik Bulan dan sebagian besar planet di Galaksi Bimasakti, sekarang giliran seorang perempuan dari wilayah lembab di Spanyol yang mendaftarkan matahari di notaris setempat sebagai harga bendanya.

Memang ada kesepakatan internasional yang menyatakan tak ada negara yang bisa mengklaim kepemilikan atas satu planet atau bintang pun, tapi kesepakatan itu tak menyebut-nyebut mengenai perorangan, kata Angeles Duran.

Dokumen yang dikeluarkan oleh kantor notaris tersebut menyatakan Angeles Duran sebagai pemilik Matahari, satu bintang jenis G2, yang berada di pusat Sistem Tata Surya, dan dari Bumi berada dalam jarak sekitar 149.600.000 kilometer.
Angeles Duran mengatakan, sekarang ingin memberlakukan biaya buat siapa saja yang menggunakan Matahari dan memberi separuh dari hasilnya kepada pemerintah Spanyol serta 20 persen untuk dana pensiun di negeri itu.

Coba anda pikir, ada berapa banyak sumber tenaga surya yang digunakan di bumi??? Setiap manusia juga menggunakan Matahari sebagai sumber vitamin D. Kalau semuanya harus membayar untuk itu berarti tetap saja pihak Spanyol yang diuntungkan dan itu sama saja Matahari milik Spanyol, tetap saja kesepakatan internasional itu tidak berfungsi sesuai dengan rancangan awalnya.

Apa ini adil??? Matahari yang energinya seharusnya bisa dimanfaatkan siapa saja secara bebas sekarang semua yang menggunakannya harus membayar kepada pemiliknya, jangan-jangan besok malah ada yang mengklaim "Oxygen" sebagai harta bendanya, gawat kalau sampai itu terjadi, kita bernafas pun nanti harus bayar........

Jumat, 26 November 2010

Robot Burung Hummingbird Bisa Mengepakkan Sayap 30x Per Detik

beritateknologi.com.Peneliti Jepang telah mengembangkan sebuah robot burung yang bisa bergerak dengan bebas di udara dengan gerakan sayap cepat. Robot burung ini memiliki ukuran mirip dengan burung hummingbird yang nyata, dilengkapi dengan motor mikro dan empat sayap yang dapat dikepakkan 30 kali per detik, kata Hiroshi Liu, peneliti di Universitas Chiba sebelah timur Tokyo.


Robot unik ini memiliki berat 2,6 gram, bisa terbang 8 kali lebih stabil dari helikopter dengan baling-baling. Robot burung ini dikontrol dengan sensor inframerah dan dapat bergerak atas, bawah, kanan atau kiri.
Hiroshi Liu berencana untuk membuatnya melayang-layang untuk diam pada satu titik di udara, dan melengkapinya dengan kamera mikro pada bulan Maret 2011.
Robot ini memakan biaya pengembangan   ¥ 200,000,000 ($ 2,1 juta), dapat digunakan untuk membantu menyelamatkan orang terjebak dalam bangunan hancur, mencari penjahat atau bahkan beroperasi sebagai kendaraan probe di Mars.

Betulkah Gunung Meletus Sekitar Bulan Purnama??

VIVAnews -Ini kajian para ahli soal fenomena alam yang terjadi sesudah dan sebelum gempa bumi terjadi. Thomas Djamaluddin, Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)--dalam blognya-- melansir bahwa meski belum ditemukan bukti ilmiah hubungan antara bulan purnama dengan gempa bumi, tetapi hubungan antara bulan purnama dengan gunung meletus sudah teridentifikasi.
Sekitar bulan baru dan bulan purnama, lanjutnya, air pasang  di laut biasanya lebih tinggi. Mengapa? Karena gravitasi bulan dan gravitasi matahari berada pada garis yang sejajar. Air laut pasang itu kian tinggi, bila jarak antara bulan dan matahari, dalam posisi yang terdekat dengan bumi.
Bila efek pasang ini diperkuat oleh efek meteorologis, seperti hembusan angin kencang misalnya, maka potensi gelombang pasang (rob) sangat mungkin terjadi. Air pasang itu mencapai maksimum sekitar tengah malam, atau tengah hari.
Efek pasang surut itu sesungguhnya, lanjutnya,  berperanguh terhadap kulit bumi.  Walau gayanya kecil, ketimbang gaya menggerakan lempeng bumi, pasang surut itu berpeluang memantik pelepasan energi yang berdampak gempa atau letusnya gunung.
Tapi pelepasan itu cuma pemicu belaka. Bukan sebab. Tapi meski secara data belum ditemukan fakta kolerasi pasang surut hubungan antara bulan -matahari dengan gempa, tetapi sejumlah besar terjadi sekitar bulan baru atau bulan purnama.
"Secara statistik telah ditemukan bahwa sebagian besar kejadian gunung meletus terjadi sekitar bulan purnama," ujar dia.
Djamaluddin mengutip situs Survei Geologi Amerika Serikat. "Gaya yang dihasilkan pasang surut hanya bagian kecil dari gaya yang menyebabkan gempa bumi dan letusan gunung. Walau gayanya kecil, tetapi dapat memicu kejadian itu. Ilmuwan memang tidak mendapati korelasi pasang surut dengan gempa. Tetapi, hubungan antara pasang surut dan letusan gunung telah teridentifikasi."
Djamaluddin juga mengutip pernyataan dalam makalah Mauk dan Johnston (1973). Dalam tulisan makalah berjudul "On the Triggering of Volcanic Eruptions by Earth Tides, J Geophys. Res., 78(17), 3356-3362" melaporkan bahwa dari data 680 letusan gunung berapi besar sejak tahun 1900 di daratan, sebagian besar terjadi saat pasang maksimum.
"Demikian juga data dari Stasiun Pengamat Gunung Berapi Hawaii (HVO) melaporkan dari 52 letusan sejak Januari 1832, sebagian besar (hampir setengahnya) terjadi sekitar pasang maksimum," kutip Djamaluddin.  Baca selengkapnya analisis Djamaluddin ini di sini.
Tetapi, isu adanya gempa bumi akibat bulan purnama ini sudah dibantah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Bantahan selengkapnya baca: di sini.

Selasa, 23 November 2010

30 Siswi SMAN I Panarukan Kesurupan

KOMPAS.com — Sebanyak 30 siswi Sekolah Menengah Atas  Negeri I Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, mengalami kesurupan secara massal, Senin (22/11/2010).
Mereka kesurupan pada saat proses belajar-mengajar. Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN I Panarukan, Bambang Sumantriyanto, Satu per satu siswa kelas dua jurusan IPA  yang sedang mengikuti pelajaran mengalami kesurupan. ”Di sekolah ini memang ada tiga lokasi yang ada 'penunggunya', salah satunya di ruang kelas IPA satu dan IPA dua,” ujar Bmbang Sumantriyanto seusai mengobati siswanya yang kesurupan.

Dikhawatirkan akan semakin menyebar, akhirnya pihak sekolah dan guru memulangkan seluruh siswanya karena siswa yang mengalami kesurupan jumlahnya mencapai sekitar 30 siswa.

”Kegiatan belajar terpaksa dihentikan karena kami takut siswanya yang kesurupan jumlahnya akan semakin banyak,” ujar guru BK ini.

Dikatakan, selama ini pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan kepada kepala sekolah agar dilakukan ruwatan atan selamatan di sekolah.

”Di sini memang ada tiga lokasi yang tidak aman, salah satunya kejadian di dekat mushala beberapa bulan lalu,” ungkapnya.

Menurut dia, kesurupan seperti ini terjadi hampir setiap hari. ”Untuk hari ini paling banyak,” jelasnya.

Dari 30 siswa yang mengalami kesurupan, pertama kali dialami Lely Pancawardani (15), siswa kelas kedua IPA dua. Namun, setelah itu, satu per satu siswa kelas IPA berteriak histeris dengan tatapan kosong meminta guru dan siswa yang lain segera mengosongkan ruang kelasnya.

”Tolong jangan ditempati ruangan ini kalau kamu tidak mau diganggu,” kata Rendra Puspitasari kepada gurunya yang berusaha menyembuhkannya.

Karena jumlah siswanya yang kesurupan mencapai puluhan, akhirnya pihak sekolah mendatangkan paranormal untuk menyembuhkan siswanya yang kesurupan secara massal tersebut.

”Mereka itu hanya kecapekan saja sehingga saat ada arus keseimbangan yang mau masuk, mereka tidak dapat melawan," kata Nurahmad (40), paranormal dari Desa Sumberkolah, Kecamatan Panarukan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting